HARI KESEHATAN MENTAL SEDUNIA

Isu kesehatan mental belakangan ini akrab di telinga masyarakat seiring dengan kondisi Pandemi Covid-19 yang tak kunjung usai. Hampir 2 tahun, situasi ini menyumbangkan multiple stress dalam segala lini kehidupan masyarakat dunia, tentu saja di Indonesia. Hari Kesehatan Mental Sedunia atau World Mental Health Day kembali diperingati pada 10 Oktober 2021. Kali ini, World Health Organization (WHO) mengusungnya dengan tema Mental health care for all: let’s make it a reality atau Perawatan Kesehatan Mental Untuk Semua: Mari Kita Wujudkan.

Melihat hasil survei online tentang dampak Pandemi Covid-19 terhadap kondisi mental yang dilakukan surveyMETER akhir Mei 2020 lalu menunjukkan perempuan mengalami tingkat kecemasan lebih tinggi dari pada laki-laki. Menariknya, semakin tinggi tingkat pendidikan responden semakin rendah tingkat kecemasannya. Artinya, pendidikan seseorang mengambil andil yang baik dalam pengaruh kesehatan mental.

Lebih lanjut, penelitian ini menunjukkan tingkat kecemasan umum (GAD) memiliki pola yang sama dengan depresi. Korelasi antara keduanya cukup tinggi dan significant yakni mencapai angka 0.76. Sebanyak 58% responden melaporkan dirinya depresi. Sama halnya dengan gangguan kecemasan, perempuan lebih banyak yang mengalami depresi dibandingkan dengan laki-laki.

Di sisi lain, survei terbaru yang dilakukan oleh Into The Light dan Changes.org tentang Kesehatan Mental Masyarakat Indonesia pada Mei-Juni 2021. Survei yang diikuti secara daring oleh 5211 responden itu menunjukkan bahwa stigma negatif terhadap bunuh diri masih sangat kuat. Hasil lain yang cukup mengkhawatirkan yakni sekitar 98% partisipan merasa kesepian dalam sebulan terakhir serta 40% memiliki pemikiran melukai diri sendiri maupun berpikir untuk bunuh diri dalam dua minggu terakhir (Juni 2021).

Fenomena terkini tentang pengaruh kesehatan mental datang dari cerita Pinjaman Online (Pinjol). Pinjol kerap menjadi solusi menjebak dalam keuangan seseorang yang pada akhirnya memberi tekanan pada kesehatan mental seseorang. Pada 2 Oktober lalu, seorang Ibu (38) asal Wonogiri dikabarkan bunuh diri akibat tagihan Pinjol. Korban dikabarkan terlilit hutang puluhan juta dari 23 Pinjol.

Akhirnya, hal yang bisa kita pelajari dari Hari Kesehatan Mental Sedunia kali ini adalah menjaga kesehatan mental dari gangguan yang bisa saja datang dari diri sendiri. Salah satu yang bisa dilakukan ketika mental mulai terganggu adalah berkonsultasi pada ahli kesehatan mental agar memperoleh informasi yang konkret dan menyelematkan mental yang terganggu akibat tekanan hidup sehari-hari.

Penulis: Siska Irma Diana

0 comments on “HARI KESEHATAN MENTAL SEDUNIAAdd yours →

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

×

Powered by WhatsApp Chat

× Hai Sobat Damai ?