Bermedia Sosial Secara Sehat

Saat ini, media sosial memang sudah menjadi kebutuhan bagi hampir sebagian masyarakat di Indonesia, dilansir dari inet.detik.com  total populasi Indonesia yang berjumlah 272,1 juta jiwa, maka itu artinya 64% setengah penduduk RI telah merasakan akses ke dunia maya. Persentase pengguna internet berusia 16 hingga 64 tahun yang memiliki masing-masing jenis perangkat, di antaranya mobile phone (96%), smartphone (94%), non-smartphone mobile phone (21%), laptop atau komputer desktop (66%), table (23%), konsol game (16%), hingga virtual reality device (5,1%).

Dalam laporan ini juga diketahui bahwa saat ini masyarakat Indonesia yang ponsel sebanyak 338,2 juta. Begitu juga data yang tak kalah menariknya, ada 160 juta pengguna aktif media sosial (medsos). Adapun medsos yang paling banyak ‘ditongkrongi’ oleh pengguna internet Indonesia dari paling teratas adalah YouTube, WhatsApp, Facebook, Instagram, Twitter, Line, FB Messenger, LinkedIn, Pinterest, We Chat, Snapchat, Skype, Tik Tok, Tumblr, Reddit, Sina Weibo.

Kita semua pasti setidak-tidaknya sering menggunakan salah satu media sosial tersebut.  Menurut tekno.kompas.com Hingga November 2019, jumlah pengguna aktif bulanan Instagram di Indonesia dilaporkan telah mencapai 61.610.000 . Pengguna Instagram dengan gender perempuan paling dominan di Indonesia. Tercatat jumlahnya mencapai 50,8 persen, unggul tipis dari pengguna bergender pria yang mencapai 49,2 persen.
Berdasarkan data tersebut, Instagram menjadi media sosial kedua yang paling banyak digunakan setelah Facebook. Berkaitan dengan dampak positif dan negatif penggunaan media sosial, media sosial memiliki dua sisi yang bertolak belakang, yaitu sisi positif dan negatif.

Media sosial bisa berdampak positif atau negatif terhadap diri kita, tergantung bagaimana kita menggunakan media sosial itu sendiri. Dalam tulisan kali ini, penulis ingin berbagi mengenai bagaimana cara bermedia sosial yang sehat.

1. Tentukan tujuan menggunakan media sosial

Pertama, kamu harus tahu apa tujuanmu menggunakan media sosial. Apakah untuk hiburan saja, untuk edukasi, sebagai media mata pencaharian, atau untuk berkomunikasi saja? Jika sudah tahu apa tujuannya, maka lebih mudah untuk kita menentukan bagaimana kita akan menggunakan media sosial itu sendiri.

Namun, alangkah lebih baik apabila, tujuannya untuk hal-hal positif. Sekarang ini, media sosial ngga hanya sebatas media untuk berkomunikasi atau media hiburan aja. Tetapi, sudah banyak sekali para ahli, atau orang-orang di luar sana yang membagikan pengetahuannya di media sosial. Jadi, tentu bakal sayang banget kalau media sosial nggak dimanfaatkan dengan baik.

2. Memilih akun-akun yang patut untuk diikuti

Bagian kedua adalah hati-hati dalam memfollow akun-akun di media sosial, karena bagaimanapun, nggak semua akun di medsos itu bisa dipercaya. Memilih akun-akun untuk diikuti pun menyesuaikan dengan tujuanmu menggunakan media sosial. Atau bisa juga menyesuaikan dengan minatmu pribadi.

Karena begini, ketika kita mengikuti akun-akun yang isinya bermanfaat dan penuh insight, maka waktu yang kita gunakan untuk berselancar di media sosial nggak akan sia-sia, karena pada akhirnya kita mendapatkan suatu atau bahkan banyak pelajaran dari media sosial itu.

Get rid of trash things, to make your life more positive.

3. Memanfaatkan fitur-fitur yang disediakan

Sedikit tips buat kamu yang mungkin mudah insecure kalau melihat postingan orang-orang, tapi nggak enak kalau harus unfollow. Maka, gunakanlah fitur-fitur yang ada, misalnya di Instagram ada fitur restrict account, hide story, mute story and posts. Kamu bisa banget untuk menggunakan fitur-fitur tersebut, yang memang disediakan berdasarkan kebutuhan penggunanya, Instagram memang cukup pengertian ya.

4. atur batas waktu menggunakan media sosial

Biasanya, kalau sudah terlalu asyik menggunakan media sosial jadi lupa waktu.  Jadi, penggunaan media sosial harus diatur batas waktu penggunaannya. Maka dari itu, kita harus sadar lagi, untuk apa kita menggunakan media sosial itu.

Dengan menetapkan batas waktu penggunaan media sosial, maka sudah termasuk ke dalam kemampuan manajemen waktu, yang berarti juga menambah soft skill kita.

 

 

0 comments on “Bermedia Sosial Secara SehatAdd yours →

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

× Hai Sobat Damai ?