Alasan Kamu Tidak Perlu ke Pusat Perbelanjaan di Tengah Pandemi

Hari Raya Idul Fitri tidak pernah lepas dari tradisi berburu pakaian baru, mulai dari penutup kepala hingga alas kaki. Tidak terkecuali di tahun ini. Meski keadaan ekonomi memburuk sejak hadirnya pandemi global, namun tidak sedikit masyarakat yang masih memiliki antusias tinggi berbelanja pakaian baru untuk lebaran.

Namun sayangnya banyak orang yang dengan antusias tinggi berburu baju lebaran mengabaikan protokol kesehatan. Sejak pusat perbelanjan mulai dibuka beberapa hari terakhir, masyarakat berbondong-bondong dan berdesak-desakan tanpa berpikir panjang apakah ia akan tertularkan virus atau tidak.

Ini sangat menyedihkan mengingat sudah banyaknya korban nyawa, banyak yang akhirnya terkena phk, banyak dari tenaga medis yang selama tugas tidak bertemu keluarga, namun akhirnya semua terasa sia-sia karena keegoisan kita semata. Antusias tinggi berburu baju lebaran akan berujung menjadi pandemi yang berkepanjangan, sebab kita tidak tahu dari sekian banyak orang yang berdesak-desakan berapa banyak yang terinfeksi dan berapa banyak pula yang akan tertularkan.

Berbahagia di hari raya tanpa corona masih menjadi angan-angan belaka sebab nyatanya kelakuan masyarakat kita menyebabkan pandemi belum mau mengucapkan sayonara. Hari-hari kedepan akan semakin berat, sebab peraturanpun tidak pernah benar-benar ketat.

Maka dari itu penting untuk mengingatkan orang-orang terdekat agar tidak nekat menyerbu pusat perbelanjaan terdekat, sebab yang lebih penting dari pakaian baru adalah menjaga diri dan keluarga agar tetap sehat. Tenang saja, tidak hadir di kerumunan pusat perbelanjaan tidak akan membuat kamu terlihat kurang gaul, menghindari kerumunan justru membuat kamu terlihat cerdas sebab memahami bahayanya. Apa gunanya pakaian baru jika (naudzubillah) dipakai di ruang isolasi karena setelah berkerumun dengan banyak orang kita terinfeksi. Banyak alasan logis yang mengharuskan kita untuk tidak pergi ke tempat keramaian seperti pusat perbelanjaan, diantaranya:

  1. Kesehatan

Kita tidak pernah benar-benar tahu siapa yang kita temui, riwayat perjalanan mereka, apakah sudah terinfekasi atau belum. Bisa jadi orang yang bersentuhan fisik saat berdesak-desakan adalah orang tanpa gejala, bisa jadi kitalah orang tanpa gejala tersebut. Maka demi memutus rantai persebarannya, lebih baik di rumah saja.

  1. Belanja Online

Kemajuan teknologi memudahkan kita untuk bertransaksi. Untuk mendapatkan baju baru, kita tidak perlu bersusah payah menyerbu pusat perbelanjaan di tengah pandemi ini. Kita cukup berbelanja dari rumah dan menunggu pesanan kita datang. Kesehatan aman, hati pun tetap senang.

  1. Menghargai Perjuangan Tenaga Medis

Selain menjaga kesehatan, tidak mendatangi kerumunan banyak orang adalah salah satu cara kita menghargai dan berterima kasih atas perjuangan para tenaga medis yang berada di garda terdepan. Paling tidak dengan tidak keluarnya kita dari rumah, tidak menambah kecemasan tenaga medis kita. Kita juga membantu memutus rantai persebaran virus sehingga dengan di rumah saja kita berkontribusi untuk mempercepat pemulihan dampak pandemi ini.

  1. Menghemat Pengeluaran

Tidak dapat di pungkiri bahwa berpergian ke pusat perbelanjaan akan membuat kita laper mata dan sering kali membeli barang-barang yang tidak diperlukan. Di tengah pandemi ini berdiam diri di rumah adalah pilihan yang paling tepat sebab kita dapat menghemat pengeluaran. Di tengah situasi yang semakin tidak menentu ini menjadi boros adalah seburuk-buruknya pilihan, sebab kita harus mempersiapkan keuangan kita dari berbagai kemungkinan yang akan terjadi di bulan-bulan ke depan.

 

0 comments on “Alasan Kamu Tidak Perlu ke Pusat Perbelanjaan di Tengah PandemiAdd yours →

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

× Hai Sobat Damai ?