5 Fakta di Balik Mitos Vaksin COVID-19

Vaksinasi COVID-19 di Indonesia semakin gencar dilaksanakan. Data terakhir KEMENKES RI pada tanggal 29 Juni 2021 menyebutkan sebanyak 28.304.774 masyarakat Indonesia telah menerima dosis pertama vaksin COVID-19. Angka ini semakin bertambah karena sejak tanggal 1 Juli 2021 kemarin vaksinasi tahap 3 telah dilakukan pada anak usia 12-17 tahun. Namun seiring dengan masifnya vaksinasi tersebut, muncul oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab yang menyebarkan mitos-mitos vaksin COVID-19. Hal ini tentu merugikan, masyarakat awam menjadi takut dan enggan mendapat vaksin. Simak fakta di balik mitos vaksin COVID-19 yang paling sering dibicarakan!

1. Membuat tidak subur atau mandul

American College of Obstetricians and Gynecologists (ACOG) mengumpulkan para ahli tentang semua aspek reproduksi, menurut mereka vaksin COVID-19 aman bagi ibu hamil, ingin hamil, atau ibu yang sedang menyusui.

2. Pemerintah memasang chip untuk melacak

Dr William Schaffner seorang professor penyakit menular di Vanderbilt University Medical Center menegaskan bahwa ukuran chip tidak cukup kecil untuk disisipkan dalam jarum suntik vaksin COVID-19.

3. Menyebabkan autisme

Penelitian dokter Andrew Wakefield dari Inggris yang mengklaim adanya hubungan antara autisme dengan vaksin campak, gondok, rubella menjadi sumber kehawatiran orang awam untuk mendapatkan vaksin COVID-19. Padahal penelitian tahun 1998 tersebut telah terbukti tidak benar. Menurut dr Caesar Pronocitro SpA MSc penelitian Wakefield (dengan 18 sampel) sudah dinyatakan salah, dibantah dan sudah dibongkar kesalahannya sejak tahun 2011.

4. Menciptakan varian virus baru

Dr William Schaffner menyebutkan bahwa yang menyebabkan varian baru virus COVID-19 adalah virus itu sendiri. Bukan vaksin COVID-19. Jadi, sekali lagi variannya bukanlah dari vaksin, tetapi dari virus.

5. Tidak memiliki efek

Robert Amler dekan Fakultas Ilmu dan Praktik Kesehatan New York Medical College membuktikan bahwa lebih dari 170 juta dosis vaksin dapat mengurangi COVID-19 pada vaksinasi massal di bulan April-Juni 2021.

Dilansir dari saluran berita Amerika, menurut Dr. Schaffner semakin banyak orang yang tidak mendapatkan vaksin maka semakin rentan orang-orang terkena virus corona dan semakin meningkat resiko untuk virus berkembang biak.

Referensi:

KOMPAS.com. (2021, Jully 01). Beredar 8 Mitos Vaksin Covid-19 di Masyarakat, Dokter Beri Penjelasan (Part 1). (M. K. Daruwati, Editor) Retrieved Jully 06, 2021, from KOMPAS.com: https://www.kompas.com/parapuan/read/532768134/beredar-8-mitos-vaksin-covid-19-di-masyarakat-dokter-beri-penjelasan-part-1

KOMPAS.com. (2021, Jully 01). Beredar 8 Mitos Vaksin Covid-19 di Masyarakat, Dokter Beri Penjelasan (Part 2). (M. K. Daruwati, Editor) Retrieved Jully 6, 2021, from KOMPAS.com: https://www.kompas.com/parapuan/read/532768144/beredar-8-mitos-vaksin-covid-19-di-masyarakat-dokter-beri-penjelasan-part-2

KOMPAS.com. (2021, Jully 03). Vaksin Bikin Autis? 3 Mitos Vaksinasi Anak yang Tak Usah Dipercaya. Retrieved Jully 06, 2021, from KOMPAS.com: https://www.kompas.com/sains/read/2020/07/03/123100323/vaksin-bikin-autis-3-mitos-vaksinasi-anak-yang-tak-usah-dipercaya?page=all

Liputan6.com. (2021, June 29). Update 29 Juni 2021: 28.304.774 Orang di Indonesia Sudah Divaksinasi Covid-19. Retrieved Jully 06, 2021, from Liputan6.com: https://www.liputan6.com/news/read/4594535/update-29-juni-2021-28304774-orang-di-indonesia-sudah-divaksinasi-covid-19

Rahmawati, Y., & Nofiana, F. (2021, Jully 06). Pakar: Orang yang Tak Divaksinasi Berpotensi Jadi Sumber Varian Baru Covid-19. Retrieved Jully 06, 2021, from SUARA.com: https://www.suara.com/health/2021/07/06/090000/pakar-orang-yang-tak-divaksinasi-berpotensi-jadi-sumber-varian-baru-covid-19

Penulis: Rifa Qutratunisa

0 comments on “5 Fakta di Balik Mitos Vaksin COVID-19Add yours →

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

×

Powered by WhatsApp Chat

× Hai Sobat Damai ?