5 Lagu Daerah yang Membuat Kita Bernostalgia ke Masa Kecil

Kalau kamu familiar dengan lagu Bubuy Bulan, mungkin kita seumuran alias sudah mulai tua. Anak sekolah jaman dulu pasti belajar lagu-lagu daerah di mata pelajaran muatan lokal (mulok). Coba deh kamu tanya sama adikmu atau anak sekolahan jaman sekarang, apakah mereka tahu lagu-lagu daerah Indonesia? 50% mungkin bakal menjawab nggak tahu, tapi kalau kamu tanya tentang lagu-lagu k-pop, lagu-lagu barat 90% pasti tahu.

Sedih nggak sih, sekarang orang-orang lebih tahu budaya khususnya lagu-lagu negara lain ketimbang lagu-lagu daerahnya sendiri. Padahal lagu-lagu daerah adalah warisan budaya yang wajib hukumnya untuk dilestarikan, supaya anak-cucu kita kelak masih bisa mendengarkannya, masih punya budaya yang bisa mereka banggakan.

Ngomongin lagu-lagu daerah memang bikin nostalgia ya, sebagai generasi yang sempat mempelajari ragam lagu daerah, ada baiknya hari ini kita bernostalgia Bersama, khususnya untuk kamu yang USA alias Urang Sunda Asli.

Apa lagu daerah yang paling kamu hapal? Atau sangat terngiang ditelingamu?

  1. Bubuy Bulan

Bubuy Bulan adalah lagu daerah khas Jawa Barat yang ditulis oleh Benny Korda. Lagu ini sering dinyanyikan di acara hajatan, apakah kamu tahu kalau lagu ini sebenarnya bercerita tentang kesedihan seseorang yang ditinggalkan oleh kekasihnya. Nah, jadi bukan Cuma lagu pop aja ya yang bisa bikin galau, ternyata lagu daerah juga ada.

Ini dia lagunya, selamat mendengarkan.

  1. Kicir-kicir

Jangan ngaku orang Betawi kalau nggak tahu lagu Kicir-Kicir. Dilansir dari merahputih.com Lagu Kicir-kicir bermula dari tradisi pantun nusantara yang terpengaruh dari pantun melayu dan syair. Lirik pertama dan kedua di setiap bait lagu Kicir-kicir berisi sampiran dan dua lirik selanjutnya adalah isinya.

Kicir-kicir ini lagunya

Lagu lama ya tuan dari Jakarta

Saya menyanyi ya tuan memang sengaja

Untuk menghibur hati nan duka

  1. Gundul-gundul Pacul

Mari kita bernyanyi dulu lagu daerah dari Jawa Tengah ini

Gundul-gundul pacul-cul, gemblelengan

Nyunggi-nyunggi wakul-kul, gemblelengan

Wakul ngglimpang segane dadi sak latar

Wakul ngglimpang segane dadi sak latar

Ada yang tahu makna lagunya apa?

Dilansir dari goodnewsfromindonesia.com lagu Gundul-gundul pacul itu artinya bahwa seorang pemimpin sesungguhnya bukan orang yang diberi mahkota (kehormatan) tetapi dia yang membawa pacul untuk mencangkul untuk mengupayakan kesejahteraan bagi rakyatnya.

Jadi, Gundul gundul Pacul-cul memiliki makna bahwa seseorang yang keempat inderanya (mata, hidung, telinga dan mulut) tidak digunakan dengan baik akan membuat dirinya Gemblelengan alias sombong. Sementara Nyunggi-nyunggi wakul-kul memiliki makna barang siapa yang menjunjung amanah rakyatnya dengan Gemblelengan (sombong hati) maka dia akan menjadi Wakul Ngglimpang atau nggak bisa menjaga amanah sehingga membuatnya Segane dadi sak latar, kepemimpinannya menjadi berantakan dan nggak bisa menyejahterakan rakyatnya.

  1. Cik Cik Periuk

Kalimantan Barat punya lagu daerah yang terkenal juga yaitu Cik Cik Periuk, siapa yang hapal lagunya?

Mari kita nyanyikan Bersama!

Kamu tahu nggak kalau lagu ini punya makna yang cukup dalam yaitu sebagai bentuk sindiran masyarakat Sambas pada zaman dulu kepada orang-orang luar yang datang ke daerah Sambas.

  1. Apuse

Sepertinya lagu Apuse dari Papua ini bisa dikatakan sebagai lagu daerah yang popular dan sangat familiar, sebagian besar dari kita pasti tahu lagunya.

Mengutip dari liputan6.com seorang Youtuber bernama Paul Shady menerangkan bahwa Apuse itu artinya Kakek/Nenek. Secara keseluruhan lagu Apuse menceritakan tentang seorang cucu yang berpamitan pada kakek/nenek nya karena akan pergi ke Teluk doreri. Teluk yang berada di Papua Barat tepatnya di Manokwari.

Mari bernostalgia masa SD Bersama!

 

0 comments on “5 Lagu Daerah yang Membuat Kita Bernostalgia ke Masa KecilAdd yours →

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

× Hai Sobat Damai ?