Memperingati Hari Pustakawan Indonesia : 7 Juli 2022

Tepat pada hari ini, Kamis, 7 Juli 2022, Hari Pustakawan Indonesia genap berusia 49 tahun. Peringatan hari pustakawan sudah dilakukan sejak tahun 1990, setelah dicanangkan oleh Perpustakaan Nasional Indonesia pada tanggal 7 Juli. Sebelumnya,  pada tanggal 6 Juli 1973 telah dibentuk forum pengembangan profesi pustakawan yang dahulu bernama Ikatan Pustakawan Indonesia (IPI). IPI sendiri didirikan pada Rapat Pustakawan Indonesia yang diadakan di Ciawi, Bogor pada tanggal 5-7 Juli 1973. Tujuan didirikannya IPI adalah untuk meningkatkan profesionalisme pustakawan Indonesia. Pustakawan dikenal memiliki peran penting di perpustakaan. Tanpa adanya seorang pustakawan, perpustakaan tidak akan dapat berjalan dengan lancar.

Deklarasi Hari Pustakawan merupakan awal dari profesi pustakawan agar semakin berkembang dari waktu ke waktu dan berperan aktif dalam meningkatkan literasi masyarakat Indonesia. Kegiatan pustakawan untuk meningkatkan kemampuan literasi beragam, mulai dari dongeng, pelatihan-pelatihan, mendirikan taman bacaan, membagikan buku, mengadakan lomba, dan menjalankan stand baca. Selain kegiatan di atas, masih terdapat banyak bentuk kegiatan yang lain yang dapat dilakukan (Perpustakaan Universitas Airlangga, n.d.).

Berdasarkan paparan di atas, penulis ingin memperkenalkan pustakawan baik dari luar dan dalam negeri yang berperan penting dalam sejarah perpustakaan. Melville Louis Kossuth Dewey (1851-1931) adalah salah satu pustakawan luar negeri yang berperan penting dalam sejarah perpustakaan. Selain menjadi pendiri DDC, Dewey juga telah memberikan kontribusi yang signifikan bagi dunia perpustakaan. Dr. Shiyali Ramamita Ranganathan (1892-1972) adalah pustakawan terkemuka abad ke-20 di India. Ide-idenya telah menghasilkan banyak karya hebat tentang perpustakaan, administrasi pustaka, organisasi bahan rujukan dan manajemen koleksi. Serta Dauzan Farouk adalah seorang pustakawan asal Indonesia yang sangat patut diacungi jempol. Beliau adalah pendiri perpustakaan bergilir yang bernama Mabulir. Beliau berkeliling kota Gudeg dengan sepeda atau bus kota setiap hari dan menyewakan koleksi bukunya untuk dibaca secara gratis oleh orang lain. Beliau melayani masyarakat dari segala usia dan latar belakang yang berbeda. Kegigihannya dalam menjalankan perpustakaan bergilir ini telah mengantarkannya menerima berbagai apresiasi dan penghargaan dari berbagai lembaga, termasuk Perpustakaan Nasional Republik Indonesia. Selain Dauzan, ada Putu Laxman Pendit, Muhammad Azwan dan M. Hum serta Prof. Sulistyo Basuki yang memiliki peran masing-masing dalam bidang perpustakaan.

Beberapa capaian di atas tentu mendorong calon pustakawan muda untuk melakukan hal yang sama, yaitu dengan menorehkan berbagai macam prestasi yang bisa membuat pustakawan bangga. Mencintai profesi dan menghasilkan prestasi adalah tujuan utama semua pustakawan. Dalam adanya peringatan Hari Pustakawan, menghantarkan harapan dari pustakawan – pustakawan muda agar profesi mereka lebih di hargai dan dipandang oleh masyarakat luas. Penghargaan dan apresiasi inilah yang memacu semangat seorang pustakawan dalam menunaikan kewajiban dan tanggung jawabnya (Imelda, 2019).

Profesi pustakawan memang tidak sepopuler profesi lainnya, namun misi sosial yang dijalankan pustakawan sama pentingnya dan mulianya bagi perkembangan generasi bangsa. Pada titik ini, harapan pustakawan  adalah  meningkatkan kemampuan mereka untuk menghadapi kemajuan zaman dan mengatasi tantangan mereka. Kemajuan teknologi yang begitu pesat membuat pustakawan tidak bisa cepat puas dengan dirinya saat ini. Di Hari Pustakawan tahun ini, para pustakawan sangat dinantikan kiprah dan energi positifnya untuk kemajuan dan kemajuan generasi  Indonesia.

Seperti yang dikatakan oleh Abdurrahman Wahid, “Perpustakaan adalah tempat untuk memenuhi dahaga ilmu pengetahuan.”

Sumber:

Imelda, S. (2019). Hari Pustakawan Indonesia. Perpustakaan Sari Mutiara. http://perpustakaan.sari-mutiara.ac.id/berita/detail/hari-pustakawan-indonesia

Perpustakaan Universitas Airlangga. (n.d.). Makna Peringatan Hari Pustakawan. Retrieved July 7, 2022, from http://lib.unair.ac.id/index.php?option=com_content&view=article&id=1437:makna-peringatan-hari-pustakawan&catid=8&Itemid=549&lang=id

Penulis : Devia Zilka Qisthi Ardhini

0 comments on “Memperingati Hari Pustakawan Indonesia : 7 Juli 2022Add yours →

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.